Siklus Respon Seksual dan Ejakulasi Prematur
Siklus respon seksual normal terdiri dari empat tahap yang terjadi berturut-turut. “Normal” pada umumnya mengacu pada panjang siklus masing-masing fase, dan hasil bercinta yang memuaskan. Empat tahapan siklus respon seksual :
1. Kegembiraan
2. Plateau
3. Orgasme
4. Resolusi
Keempat fase yang dialami oleh laki-laki dan perempuan, meskipun waktu dan panjang durasi dari masing-masing bervariasi antara kedua jenis kelamin. Selain itu, intensitas dari masing-masing fase dapat bervariasi antara setiap orang, dan antara laki-laki dan perempuan.
Fase kegembiraan adalah tahap pertama, yang dapat berlangsung dari beberapa menit sampai beberapa jam. Beberapa karakteristik dari fase kegembiraan meliputi:
- Peningkatan ketegangan otot
- Peningkatan denyut jantung
- Perubahan warna kulit
- Aliran darah ke daerah genital
- Mulainya pelumasan Vagina
- Testis membengkak dan skrotum mengencang
Fase plateau adalah fase yang meluas ke ambang orgasme. Beberapa perubahan yang terjadi dalam fase ini meliputi:
- Fase kegembiraan meningkat
- Peningkatan pembengkakan dan perubahan warna vagina
- Klitoris menjadi sangat sensitif
- Testis naik ke dalam skrotum
- Adanyapeningkatan dalam tingkat pernapasan, denyut jantung, dan tekanan darah
- Meningkatnya ketegangan otot dan terjadi kejang otot
Fase orgasme adalah puncak dari siklus respons seksual, dan merupakan fase terpendek, hanya berlangsung beberapa detik. Fase ini memiliki karakteristik seperti berikut:
- Kontraksi otot tak sadar
- Memuncaknya denyut jantung, tekanan darah, dan tingkat pernapasan
- Pada wanita, kontraksi otot vagina menguat dan kontraksi rahim berirama
- Pada pria, kontraksi otot panggul berirama dengan bantuan kekuatan ejakulasi
- Perubahan warna kulit ekstrem dapat terjadi di seluruh tubuh
Tahap terakhir, yang disebut fase resolusi, adalah ketika tubuh secara perlahan kembali ke tingkat fisiologis normal. Fase resolusi ditandai dengan relaksasi, keintiman,dan seringkali kelelahan. Sering kali perempuan tidak memerlukan fase resolusi sebelum kembali ke aktivitas seksual dan kemudian orgasme, sedangkan laki-laki memerlukan waktu pemulihan sebelum orgasme selanjutnya. Seiring pertambahan usia laki-laki, panjang dari fase refraktori akan sering meningkat.
Disfungsi seksual yang paling umum pada pria adalah ejakulasi dini. Masalah ini terjadi ketika ada pemendekkan fase kegembiraan dan fase plateau. Dalam rangka untuk mencegah ejakulasi dini, seorang pria harus belajar bagaimana memperlambat fase kegembiraan dan fase plateau, yang dapat dicapai hanya dengan teknik yang benar dan latihan.








