Dapatkah Alkohol Mempengaruhi Sex?
Menurut penelitian yang dilakukan baru-baru ini, temuan yang muncul adalah jika mengkonsumsi anggur dalam jumlah sedang sekitar dua sampai tiga gelas sehari (atau 20 gram sampai 30 gram) dapat mengurangi risiko penyakit jantung koroner sedikitnya 40%. Hal ini karena alkohol bekerja pada platelet dalam darah untuk mencegah pembekuan.
Berikut adalah 2 saran agar Anda tetap sehat dan menikmati segelas anggur harian Anda:
(1) Latihan sebelum minum. Hal ini karena olahraga memperbaiki sirkulasi darah dan memfasilitasi penyerapan anggur lebih cepat dalam sistem tubuh Anda.
(2) Jangan pernah minum dengan perut kosong karena ini dapat membuat Anda mabuk lebih cepat.
Bagaimana tentang pengaruh alkohol pada seks? Mari kita bagi jawaban menjadi dua bagian:
(A) efek jangka pendek
(B) efek jangka panjang
Efek jangka pendek
(1) Alkohol memiliki efek nyaman, membantu orang untuk rileks dan merasa lebih nyaman ketika bercinta.
(2) jumlah kecil alkohol dapat membuat Anda merasa lebih percaya diri dalam berinteraksi sosial dan bersosialisasi dengan lawan jenis.
(3) jumlah sedang alkohol bisa memiliki dampak positif pada hasrat seksual bagi sebagian pria.
(4) Dalam jumlah besar alkohol dapat menumpulkan respon seksual Anda menyebabkan penurunan gairah seksual, mengalami kesulitan mendapatkan orgasme dan ereksi.
Efek jangka panjang
Penyalahgunaan alkohol atau alkoholisme memiliki efek yang merusak pada kinerja seksual termasuk disfungsi ereksi pada pria, kehilangan dorongan seks, dan penurunan gairah seksual dan kesulitan dalam mengalami orgasme.
Tingginya konsumsi alkohol lebih dari 4 gelas anggur per hari (atau lebih dari 2 botol bir sehari) dapat menyebabkan hati dan ginjal bekerja terlalu keras karena mereka mencoba untuk membersihkan sistem tubuh Anda. Dalam jangka panjang, mereka dapat menyebabkan gagal hati atau gagal ginjal.
Apakah efek negatif dari alkohol ini dapat diatasi?
Sebuah studi yang melibatkan lebih dari 17.000 orang yang dulunya pecandu alkohol ditemukan bahwa separuh dari mereka kembali ke fungsi ereksi normal setelah mereka berhenti minum setelah beberapa tahun sementara separuh lainnya baik sebagian atau masih tidak bisa ereksi bahkan dengan kembalinya gairah seksual. Hal ini bisa disebabkan oleh penyakit kronis mereka seperti hipertensi dan diabetes karena obat yang mereka konsumsi bisa memiliki efek samping membatasi dorongan seks.








