Apakah Istri Anda Menolak Seks karena Dia Pasif Agresif? | ArtikelPria.com - Majalah Online GRATIS untuk Pria Sejati!
Cinta & Kencan

Aneka tips tentang cinta & kencan

Tentang Wanita

Rahasia wanita yang wajib anda ketahui

Tentang Pria

Artikel wajib bagi pria yang ingin menambah “daya saing”nya

Bisnis Online

Mau tahu hasilkan uang melalui internet? disini tempatnya tips, trik maupun peluang-peluangnya!

Suami-Istri

Segala hal tentang pasutri



Home » Suami-Istri

Apakah Istri Anda Menolak Seks karena Dia Pasif Agresif?

Submitted by on August 12, 2017
Apakah Istri Anda Menolak Seks karena Dia Pasif Agresif?

Pada awalnya, istri Anda menawan dan cukup menarik. Anda tidak memiliki masalah dengan keintiman dalam hubungan Anda. Istri Anda tidak bisa jauh dari Anda. Anda merasa diinginkan, dihargai dan dicintai. Tak lama kemudian, suasana berubah. Istri Anda menjadi kurang dan kurang tertarik pada seks. Isteri Anda masih menawan dan memikat dan tingkat hasrat Anda tidak berubah tapi orang yang dulu tampak begitu menyukai seks kini menjadi agak pelit dengan kasih sayangnya. Anda bertanya-tanya, “apa yang terjadi?”

Mungkinkah dia menolak seks untuk menghukum Anda karena ketidakmampuannya untuk mengungkapkan kemarahan yang sehat? Jika istri Anda pasif agresif, ini bisa jadi masalahnya. Mereka yang berurusan dengan konflik secara pasif agresif memiliki mekanisme yang memberitahu otak mereka untuk berhenti membutuhkan hal-hal seperti seks dan hubungan emosional dengan pasangan. Jika dia menolak seks, dia melakukannya karena dia benar-benar telah berhenti membutuhkan seks dengan Anda dan otaknya punya cara yang hebat untuk menghukum Anda alih-alih secara terbuka mengungkapkan ketidakpuasannya pada Anda.

Dia Mendapatkan apa yang dibutuhkannya, Anda Tidak

Itu semua baik dan keren untuknya. Dia mendapatkan ketidakbutuhannya akan seks dan kebutuhannya untuk secara diam-diam menyerang Anda, pada saat bersamaan. Tapi bagaimana dengan Anda, apa dampak penolakannya akan seks, terhadap Anda?

Penolakan bisa membuat Anda gila karena kesepian dan khawatir. Ini sangat berbahaya jika Anda masih mencintai dan sangat tertarik pada istri Anda. Kita semua perlu mendapatkan balasan atas cinta dan keinginan kita kepada pasangan kita. Masalah Anda adalah, Anda membutuhkan hal-hal itu dari seseorang yang bisa memberikannya jika dia tidak begitu takut untuk mengatakan, “Saya marah kepadamu.”

Mari kita pelajari lebih dalam pola pikir pasangan pasif agresif yang menolak seks.

Peran seks dalam pernikahan.
Seks adalah cara terhubung dengan istri Anda secara emosional dan fisik. Ini membangun ikatan yang mendorong kedekatan dan keintiman emosional. Seks adalah lem yang merekatkan perkawinan.

Beberapa orang mungin tidak setuju, tapi berbagi kesenangan intim dalam pernikahan memungkinkan pasangan untuk terikat lebih dalam sebagai teman. Persahabatan itu akan menopang pernikahan seiring bertambahnya usia, tubuh kita berubah dan kebutuhan kita akan hubungan seksual semakin berkurang.

Seks adalah apa yang membedakan hubungan pasangan dari semua hubungan lainnya. Perkawinan tanpa keintiman seksual dan persahabatan akhirnya akan rusak dan mati.

Mengapa menolak seks sebagai hukuman?
Menolak seks adalah tentang kontrol. Ini cara pasif / agresif untuk mengekspresikan kemarahan. Seseorang yang menolak seks akan menyiratkan dengan tindakan mereka bahwa mereka punya banyak yang dapat diberikan. Mereka, dengan semua indikasi lahiriah, tulus akan cinta mereka terhadap pasangan mereka.

Mereka menghubungkan Anda dengan ketulusan dan kemudian melepasnya sebelum menjadi intim. Mereka merasa terkendali jika mereka berada di atas angin secara seksual. Anda berada dalam posisi orang yang memulai seks. Pasangan Anda tidak harus melakukan apapun dalam hubungan kecuali tampil dan diam.

Semua upaya yang dibutuhkan untuk mengembangkan dan memelihara ikatan seksual ada di tangan Anda. Pasangan tidak harus bertanggung jawab atas masalah pernikahan, dan jika pernikahan berakhir, dia bisa menyalahkan Anda sebagai masalah, karena tidak berfokus pada apa pun kecuali seks dan berharap terlalu banyak darinya.

Apa konsekuensi menolak seks?
Penolakan seksual, terutama oleh seseorang yang bersumpah untuk “mencintai, menghormati dan menghargai” Anda sangat menghancurkan. Ini membuat Anda merasa tidak menarik dan tidak diinginkan oleh orang yang Anda anggap paling menarik dan diinginkan.

Anda bisa menginternalisasi penolakannya dan menyalahkan diri sendiri dengan menganggap bahwa Anda tidak cukup menarik, tidak cukup menawan, tidak cukup kurus, tidak cukup pintar. Tindakannya akan berakar pada kepercayaan yang tidak sehat tentang diri Anda dan nilai Anda sebagai pribadi dan makhluk seksual.

Ada bahaya depresi, kehilangan harapan, Anda mungkin merasa sudah tua sebelum waktunya dan pasti ada rasa malu. Malu karena fakta bahwa pasangan Anda sendiri tidak menginginkan Anda.

Rasa malu ini membuat Anda tidak dapat berbagi masalah dengan orang lain. Anda merasakan diri Anda tanpa sistem pendukung dan kepercayaan yang berkembang bahwa ada sesuatu yang sangat salah dengan Anda.

Istri agresif pasif yang menolak seks memiliki masalah emosional yang tidak dapat dia hadapi. Akibatnya, Anda punya masalah emosional untuk Anda tangani sendiri, dalam pernikahan tanpa seks.

Bertahan hidup dengan pernikahan tanpa seks.
Satu-satunya cara untuk bertahan hidup dari pernikahan tanpa seks adalah dengan meninggalkannya. Memang perceraian bukanlah satu-satunya pilihan. Namun hanya ada sedikit harapan untuk perubahan.

Pihak yang menolak seks tidak perlu merasakan ikatan intim dengan pasangan agar dapat bahagia dalam pernikahan, dan merasa bahwa pernikahan harus dilanjutkan tanpa memperhatikan betapa pasangan mereka menderita. Fokusnya adalah kebutuhannya sendiri, bukan kebutuhan pasangannya.

Ambillah citra diri Anda yang rusak, rasa malu dan keyakinan tidak sehat yang Anda rasakan tentang diri Anda dan buanglah. Setelah Anda melakukannya, Anda dapat melawan kekuatan pasangan Anda yang menyebabkan Anda merasakan emosi negatif semacam itu.

Kerusakan mungkin sulit dilupakan dan mungkin lambat untuk diperbaiki namun seiring dengan waktu dan upaya, Anda akan merasa diinginkan dan menarik secara seksual lagi.




Artikel yang berhubungan :