Apakah Cinta itu Ilusi? | ArtikelPria.com - Majalah Online GRATIS untuk Pria Sejati!
Cinta & Kencan

Aneka tips tentang cinta & kencan

Tentang Wanita

Rahasia wanita yang wajib anda ketahui

Tentang Pria

Artikel wajib bagi pria yang ingin menambah “daya saing”nya

Bisnis Online

Mau tahu hasilkan uang melalui internet? disini tempatnya tips, trik maupun peluang-peluangnya!

Suami-Istri

Segala hal tentang pasutri



Home » Cinta & Kencan, Headline

Apakah Cinta itu Ilusi?

Submitted by on August 25, 2017
Apakah Cinta itu Ilusi?

Mencari jawabannya

Pencarian itu menghasilkan beberapa jawaban yang menarik. Ada yang mengatakan bahwa sedang jatuh cinta adalah keadaan kimia dan emosional juga. Seiring perubahan kimia dan emosi, keadaan saling jatuh cinta bisa berubah. Argumen ini menunjukkan bahwa itu bisa bersifat sementara tapi tidak menjadi referensi untuk menjadi ilusi. Yang lain mengatakan bahwa, lebih dari sekedar bahan kimia dan emosi, hal itu didefinisikan oleh perilaku, yang nyata dan didukung oleh kebiasaan dan akal. Sumber ini meniadakan teori cinta menjadi ilusi.

Ilusi cinta akan cinta

Nah, itu bukan ilusi hanya karena rasanya nyata bagi orang yang sedang jatuh cinta. Transien atau permanen, Anda merasakan dan mengalami semua efek cinta. Nikmatnya mencuri pandang, pertengkaran yang meninggi, kegembiraan menghabiskan waktu bersama dan kesedihan dari pengkhianatan adalah semua efek yang kita alami secara nyata. Ini bukan ilusi.

Cinta juga tidak buta

Cinta tidak membutakan Anda akan kesalahan kekasih. Cinta hanya membuat kesalahan itu lebih dapat diterima, sehingga menciptakan lingkungan yang sempurna untuk saling menghormati dan bertumbuh. Hari dimana cinta memudar, eksentrisitas ini tampak lebih kuat daripada sebelumnya dan mungkin terlalu besar untuk kita tangani.

Ini adalah anestetik sempurna untuk persepsi kita. Kita cenderung sering menilai. Ini bekerja sebagai bius sempurna, penilaian mematikan untuk memungkinkan kita mengalami kebahagiaan dalam bentuknya yang paling murni. Hal ini memungkinkan kita untuk menerima dan diterima tanpa tekanan atau penilaian. Ini memberi kita semangat dan kekuatan untuk memperjuangkan kekasih kita dan melindunginya dari penghinaan dan bahaya.

Cinta mengalahkan norma sosial

Dengan cinta, kita lebih memperhatikan kebutuhan dan kekhawatiran orang-orang terkasih kita, mengesampingkan norma-norma sosial. Ingat Romeo-Juliet? Mereka tidak peduli dengan status sosial, ikatan keluarga, moralitas atau kekayaan – mereka peduli akan satu sama lain. Cinta pasangan ini nyata, bukan ilusi.

Bagaimana sesuatu yang menghasilkan efek mendalam seperti itu menjadi ilusi?

Itu adalah faktor penghiburan yang menghangatkan Anda saat Anda pulang kerja keras seharian. Minuman hangat yang membakar darah Anda saat Anda membutuhkan makanan pembuka, makanan yang menenangkan saat Anda merasa kecewa dan angin sepoi-sepoi yang membelai pipi Anda pada hari yang panas. Jadi, bagaimana bisa sesuatu yang menghasilkan efek mendalam seperti itu adalah ilusi? Sederhananya, itu adalah alasan kita hidup, mampu merasakan dan tersenyum.




Artikel yang berhubungan :

  • No Related Posts